Salah satu ciri khas dasbor admin wordpress.com (wp 2.7) adalah
(1) menu admin dapat dirubah-rubah posisinya (drag-and-drop) ke kiri-kanan atau ke atas-bawah sesuai keinginan kita–kecuali menu utama yang berada sebelah kiri secara vertikal yang tidak bisa di-drag-and-drop. Jadi, persis seperti cara kita men-drag-and-drop widget.
Umpamanya, kita ingin memindah menu “QuickPress” yang aslinya (by default) berada di sebelah kanan atas ke sebelah kiri, maka kita tinggal arahkan mouse ke tulisan QuickPress -> tekan mouse-kiri terus-menerus -> pindah QuickPress ke sebelah kiri -> lepas tekanan mouse kiri. Maka, posisi QuickPress akan pindah tempat. Begitu juga menu-menu yang lain seperti “Stat”, “Komentar Terakhir”, “Taut Kemari”, “What’s Hot”, “Saat Ini” dan “Recent Drafts”.
(2) Menu utama yang pada wordpress sebelumnya berada di bagian atas secara horizontal, sekarang berada di sebelah kiri secara vertikal. Apapun yang Anda lakukan, lirik-lah ke bagian kiri dasbor admin.
I. MENULIS DAN MENGEDIT ARTIKEL / POSTING
1. MENULIS ARTIKEL (POSTING)
Ada dua cara untuk menulis artikel atau posting.
(a) Via menu QuickPress. Yang kotak judul dan posting-nya sudah terbuka. Di QuickPress ini posting hanya bisa memakai “tag”, tapi tidak ada “kategori” juga tidak bisa pakai trackback manual. Kalau trackback otomatis saya kira masih bisa.
(b) Cara kedua: klik “Tulisan” -> Add New. Akan keluar menu ”Add New Post” tulis judul, konten artikel, tag, kategori, trackback, dll seperti biasa.
2. MENGEDIT (MENYUNTING) ARTIKEL / POSTING
(a). Cara Manual: Klik menu “Tulisan” di sebelah kiri -> arahkan mouse pada tulisan yang akan diedit/sunting -> akan tampak deretan menu sbb: Sunting | Quick Edit | Hapus | Lihat -> klik menu “Sunting” atau “Quick Edit” untuk merubah artikel -> klik “Update Post”.
(b). Cara massal: setelah klik menu “Tulisan” -> Kasih tanda tik pada menu Post -> Bulk Options -> Pilih menu yang dikehendaki (Sunting atau Hapus) -> klik “Terapkan”
II. MEMBUAT PAGES / HALAMAN STATIS
(a). Klik “Halaman”
(b). Klik “Add New” yang terletak di bawah “Halaman”
(c). Kasih Judul di kotak bawahnya menu “Add New Page”. Contoh: Bukutamu.
(d). Klik “Terbitkan”. Selesai.
Catatan: Untuk mengisi atau mengedit “Halaman” yang baru dibuat, klik “Halaman” -> “Sunting” -> Arahkan mouse pada Halaman / Page yang akan disunting dan pilih menu “Quick Edit” atau “Sunting.”
III. MELIHAT DAN MENGEDIT KOMENTAR
Klik “Komentar” di sebelah kiri, akan muncul deretan komentar dari visitor blog Anda.
(a) Arahkan mouse pada salah satu komentar, maka akan muncul menu-menu yang awalnya tersembunyi (hidden) sbb: Tolak | Spam | Hapus | Sunting | Quick Edit | Balas. Menu-menu ini berfungsi untuk mengedit komentar yang masuk secara manual. Klik menu-menu tersebut sesuai fungsinya.
(b) Untuk mengedit komentar secara massal baik untuk melepaskan moderasi, menghapus, menandai sebagai spam dsb cukup kasih tanda tik pada menu “Penulis” di bagian atas, klik menu pull-down -> pilih tindakan yang akan diambil, contoh “tandai sebagai spam” –> klik menu “Terapkan” yang berada di sampingnya.
YOUR BLOG URL HERE
navigate using the bars above
P L A Y
by Jennifer Lopez
I could wait all night and day to go to a party sit down and wait
Give my request to the DJ 'cause my song he's gotta play
And when I hear that beat, I get my body up out my seat
I grab a guy and move my feet, he's playin my song
Play, Come on play that song
Play it all night long
Just turn it up and turn me on
Play, Come on Dj play that song
You know that it turns me on
(DJ just play that song)
Just turn it up and turn me on
Dj just play that song
'Cause I wanna be dancin' all night long
Just play my, play my, play my, play my, play my favorite song
I dont care if everybody's gone, turn it up cuz it turns me on
Keep dancin all night long, feels so right that it can't be wrong
I get chills up and down my spine whenever I hear that song of mine
When it stops better press rewind, let me hear it one more time!
Play, Come on play that song
Play it all night long
Just turn it up and turn me on
Play, Come on Dj play that song
You know that it turns me on
(DJ just play that song)
'Cause I wanna be dancin' all night long
Play, Come on play that song
Play it all night long
Just turn it up and turn me on
Play, Come on Dj play that song
You know that it turns me on
(DJ just play that song)
'Cause I wanna be dancin' all night long
I just wanna dance, is that a crime?
Alright then
Oh, uh, oh
(Yeah that's the hottness right here)
Play, come on play that song
Play it all night long
Just turn it up and turn me on
(Play play play)
Play
Common play that song (Now mr. DJ)
Play it all night long (I've ask you three times)
Dj just play that song
Just turn it up and turn me on
(Play my mother ****ing song)
Play
Common dj play that song
You know that it turns me on
Dj just play my song (turn it up, turn it up)
Cause I want to be dancing all night long (turn it up, turn it up)
Play, Come on play that song
Play it all night long
Just turn it up and turn me on
Y O U T U B E L O V E
potter puppet pals!
embed your favourite youtube video here. make sure to change the object width to 360 and height to 292 so that it fits :D
:D
P R O F I L E
me myself and i :D
hello :D my name is kai lin. kai lin loves her dogs, vicky cookie angel amber kimberly, and her cats, christy and prince, though at the moment christy is missing and kai lin still doubts that prince is male. kai lin is absolute fan of severus snape, who by the way is extremely hot if you didn't know. but now you do, so good for you yeah. kai lin currently studies in nanyang girls' high school and is sec 3. kai lin won't tell you her class so if you don't know, too bad for you.
F I F T E E N
RANDOM FACTS
RANDOM FACTS
well, i am 15 years old, aren't i?
ONE basically this section is really random. TWO like it's seriously up to you what you want to have here. THREE like maybe a short-term and long-term goals section. FOUR or some pictures maybe?. FIVE or it could be say, the top whatever songs in your ipod/itunes/etc right now. SIX you could also have a wishlist with pictures attached if you like online shopping. SEVEN heh heh. maybe someone will get you something :X EIGHT it could also be a recommendation section? NINE like maybe good movies/songs/places to shop at :D TEN oh this would also work as a sort of announcement section. ELEVEN like any urgent things you want your readers to know. TWELVE or if you're the type, you could put disclaimers here. THIRTEEN or this could be an advertisements section. FOURTEEN like for your friend's blogshop or something? FIFTEEN basically, just be creative and personalize this skin to suit you.
T O D O L I S T
this should be useful
basically just stuff you need to do, like homework and projects. or you could change this to any other stuff you want yeah?
T A G B O A R D
yakkity yak yak
tagboard codes here yo.
tutorial blog
01.51 - Sabtu, 07 November 2009
apa pendapat saya jika robot menguasai dunia
01.27 - Rabu, 04 November 2009

Mungkin anda pernah menonton film I-robot, di film itu menceritakan tentang robot yang mampu membunuh manusia. Ternya hal itu bukan hanya karangan hollywood belaka. Semakin pesatnya kemajuan teknologi terutama teknologi robot dikhawatirkan menjadi ancaman bagi manusia. Karena perkembangan robot sudah hampir menyerupai fungsi manusia. Banyak pihak yang khawatir robot dapat menguasai dunia. Mereka pun mengungkapkan lima alasan kekhawatiran mereka berikut ini.
Robot Mampu Mencuri Hati Manusia
Robot sekarang ini sudah sangat mirip dengan manusia. Semua pekerjaan manusia bisa dilakukan oleh robot. Apalagi robot kini digandrungi oleh para balita dan tentara. Robot dengan mudahnya mampu mencuri hati manusia. Menurut beberapa pihak, ini membahayakan bagi eksistensi manusia di bumi.
Manusia Lebih Memilih Robot Untuk Dijadikan Pasangan
Beberapa tahun mendatang, manusia akan lebih suka berhubungan intim bersama robot! Para ahli sudah memprediksi adanya kemungkinan ini. Beberapa gejala yang mengarah ke prediksi tersebut yakni saat ini marak terjadi online relationship yang semakin intim melalui internet dan berbagai permainan sex online yang telah menjamur selama beberapa tahun belakangan ini. Seorang ahli mengatakan bahwa sebuah robot yang memiliki perasaan, yang memiliki penampilan dan suara seperti manusia akan memiliki sex appeal yang lebih besar.
Robot Bisa Mengerjakan Apa Saja
Anything you can do, they can do better. Inilah yang menjadi bahaya dari kehadiran robot. Robot memiliki kelebihan tidak mudah lelah, konsisten, dan mengerjakan segalanya lebih cepat. Berbeda dengan manusia yang selau terbatas akan perasaan baik rasa letih, rasa malas, dan lain-lain. Manusia saat ini justru lebih percaya kepada tenaga mesin atau robot dalam mengerjakan tugas-tugasnya daripada tenaga manusia itu sendiri yang sering kali terkendala human eror.
Robot Mampu Membunuh Manusia
Pengembangan robot saat ini sudah tidak lagi untuk memudahkan pekerjaan manusia tapi sudah membahayakan yakni untuk membunuh manusia. Praktek ini terjadi pada mesin-mesin ciptaan Amerika Serikat di Irak dan Afghanistan. Di sini terlihat bagaimana robot mengubah bentuk peperangan modern.
Manusia Semakin Lama Menjadi Robot
Segala kemampuan robot yang tidak bisa dilakukan manusia membuat manusia saat ini mulai menciptakan berbagai hal yang berbasis mesin atau yang sudah tidak alami lagi. Lihat saja betapa seseorang bisa jauh dari pergaulan sosial karena kecanduan bermain games, bagaimana chatting membuat seseorang berhubungan dengan orang lain seaka-akan orang tersebut berada di dekatnya serta yang paling esktrem adalah penciptaan organ-organ palsu buatan mesin sebut saja mata, kaki palsu, hingga manusia kloning. Manusia pun semakin lama semakin menjadi robot karena unsur di tubuhnya tidak lagi alami melainkan hasil ciptaan mesin.
Jelaslah bahwa tekbologi tidak selamanya mendatangkan manfaat bagi manusia. Tetapi juga dapat membahayakan eksistensi manusia di bumi ini.
orang tua menjadi teman facebook
01.15

Di tengah derasnya arus informasi seakan semakin hari semakin mudah saja untuk mengetahui apa pun yang ingin kita ketahui di dunia ini. Bagaimana tidak, coba saja bandingkan dengan beberapa tahun lalu, tidak usah jauh-jauh, cukup sepuluh tahun lalu. Kita lihat jumlah stasiun televisi hanya dapat dihitung dengan jari, tapi sekarang secara regional hampir setiap wilayah memiliki stasiun siaran televisi sendiri. Belum lagi media radio yang begitu banyak pilihan baginya. Media cetak, kita bisa melihat bermacam ragam media cetak sekarang muncul di pasaran dengan berbagai segmentasi yang di bidik. Dari masalah umum konvensional, fokus ke berita politik, ekonomi dan bisnis, masalah teknologi, khusus bicara masalah olah-raga, mode, automotif, komputer, film, dunia anak-anak, gadget bahkan tabloit yang khusus bicara masalah handphone atau game komputer saja begitu luar biasa oplahnya.
Belum lagi kalau kita bicara tentang dunia internet, sekarang sudah mulai menjadi hal biasa bagi terutama bagi generasi kita dan generasi anak-anak kita. Apa yang ingin kita mengerti seakan tinggal klik, dan ribuan informasi itu seakan berada di depan mata kita.
Lalu mengapa kita begitu susah untuk mengerti isi hati dan pikiran –justru- orang-orang di sekitar sendiri? Seperti ungkapan yang diucapkan tetangga saya di atas. Seperti yang menimpa banyak orang, dimana terjadi salah paham yang tak kunjung selesai antara mereka dengan pasangan mereka sendiri, orang-orang yang setiap hari selalu kita temui dan bercakap dengannya.
Terkadang kita ikut terharu menangis atau marah oleh kesedihan kisah rumah tangga orang lain yang hidup ratusan kilometer dari tempat kita tinggal, yang dengan sangat terbuka disampaikan oleh media infotaintment di televisi. Tapi seakan hati kita menjadi membatu ketika kita mendengar keluh kesah istri kita sendiri, anak-anak kita sendiri, atau tetangga di lingkungan kita sendiri.
Banyak orang yang bisa dengan panjang lebar bercerita tentang kehidupan –yang pribadi sekalipun- para selebriti, politisi atau pesohor-pesohor tingkat dunia. Tapi ketika ditanya tentang siapa dan bagaimana tetangga sebelah rumahnya, justru tidak sedikit pun bisa menjelaskan.
Di tambah lagi, sepertinya dari pengamatan saya, semakin hari, seolah jarak komunikasi antara generasi kita dan generasi anak-anak kita semakin lebar dan semakin lebar. Seperti yang kurang lebih saya utarakan di atas, orang tua lebih mudah mengerti duduk permasalahan masalah orang lain di koran atau televisi dari pada berusaha untuk mengerti apa yang menjadi keresahan anak-anaknya. Dan sebaliknya pun, anak-anak sekarang sepertinya kalau kita amati, mereka mudah percaya kepada teman sebayanya, kepada sahabatnya, juga saat ini sebagian dari mereka lebih percaya oleh teman-teman mereka di mailist yang mungkin belum pernah sekali pun bertemu dengannya, daripada percaya kepada orang tuanya.
Contoh ungkapan tetangga saya di awal tulisan saya ini, bisa jadi sebuah ungkapan yang juga ada di hati para generasi orang tua. Mungkin sekilas bisa saya utarakan, tetangga saya tadi kira-kira berusia hampir limapuluhan, sementara anak sulungnya saat ini duduk di bangku kelas dua SMA.
Dari cerita tetangga saya tadi, ada kebiasaan anaknya yang mulai dilakukan sejak bebrapa bulan terakhir ini. Yaitu, sepulang sekolah, anaknya rela menghabiskan uang saku hariannya dan berlama-lama duduk di warnet dan pulang ke rumah ketika sore hari. “Entah apa yang dilakukannya…”, keluh tetangga saya kemudian.
Dan mungkin bisa dimaklumi, tetangga saya ini adalah seorang pengusaha menengah, yang menurut pengakuannya belum pernah sekali pun menyentuh komputer. Sehingga dapat dimengerti bahwa tentunya sangat susah baginya untuk bisa memahami kenapa anaknya sampai betah berlama-lama di depan komputer. Ditambah lagi, saat itu sang bapak ini bercerita kepada saya, bahwa anaknya setiap pulang dari warnet selalu berbicara –yang menurut anggapannya- ngalor-ngidul yang tidak bisa sedikit pun dimengerti oleh sang bapak.
Itulah kemudian yang mungkin menjadi sumber kesalah pahaman, belakangan, setiap sang anak pulang ke rumah, bila mereka meluangkan waktu bersama, selalu saja yang disampaikan si bapak bukan dalam upaya semakin mengerti dan memahami si anak, justru si bapak tetangga ini seolah memaksakan apa yang menjadi ‘penglihatannya’. Belum sempat si anak berbagi hal-hal baru yang mungkin dia temui di dunia internet, selalu saja di potong oleh sang bapak –yang mungkin untuk menutupi ketidaktahuannya- dengan bercerita panjang tentang dirinya di waktu seusia dengan anaknya dulu. “Bapak dulu….,” adalah sebuah kalimat klasik yang selalu mengawali kata-kata si bapak terhadap anaknya.
Jadilah kemudian si anak ini, yang biasanya sehabis maghrib terlihat sering sekali bercengkerama dengan bapaknya di teras depan rumah, akhir-akhir ini si anak justru sering keluar rumah ketika malam hari. Dan yang terjadi kemudian adalah sang bapak yang memberi cap si anak sebagai ‘susah dimengerti’.
Ada sebuah cerita klasik mengenai analogi tentang hal ini dan hal-hal serupa yang saya yakin terjadi pada kita sebagai orang tua.
Terdapatlah seorang bapak dengan anaknya mengunjungi sebuah pameran lukisan di kotanya. Suatu saat keduanya berhenti di sebuah lukisan abstrak yang sangat besar. Beberapa jenak keduanya memandangi lukisan itu. “sungguh lukisan yang sangat luar biasa, Ayah..”, kata si anak.
“Hmm, menurut ayah kok tidak begitu bagus ya. Si pelukis sepertinya tidak punya dasar-dasar melukis yang pakem..”, jawab si bapak.
Cukup lama mereka si anak dan si bapak ini berdebat mengenai bagus atau tidaknya lukisan ini. Yang tentunya bagus atau tidak, bukanlah bisa menjadi monopoli seseorang saja. Sampai kemudian si bapak berkata kepada anaknya, “Nih, nak. Coba pakai kacamata bapak, mungkin bisa membantu kamu dalam memberi penilaian yang lebih bagus…”.
Aneh memang, tapi kalau kita mencoba merenung, analogi seperti itulah yang dilakukan tetangga saya terhadap anaknya. Analogi itulah yang sering kita lakukan ketika kita berselisih paham dengan anak kita, dengan pasangan kita, dengan teman-teman kita.
Ketika kita berselisih paham dengan mereka, yang pertama kali kita lakukan bukan dengan cara berusaha untuk mencoba ‘melihat’ apa-apa yang mereka ‘lihat’ sehingga mereka berpendapat demikian. Tapi justru pertama kali kita mencoba memaksakan ‘penglihatan’ kita kepada mereka. Selalu menganggap apa saja yang baik untuk kita pastilah baik untuk anak-anak kita. Selalu menganggap semua yang pernah kita lakukan dulu harus menjadi contoh yang baik untuk dilakukan oleh orang-orang di sekitar kita.
Respon ‘otobiografik’ seakan menjadi respon baku bagi mereka yang merasa bahwa apa yang dilakukan oleh orang lain adalah keliru.
Saat ini saya mencoba menghubung-hubungkan logika di kepala saya, sampailah saya pada kesimpulan sementara ini bahwa apa yang terjadi dengan tetangga saya, saya pikir justru dialah yang ‘susah dimengerti’. Karena justru sang bapak ini yang sudah menjalani hidup lebih lama dari anaknya yang seharusnya lebih bisa mengerti anaknya.
Hmm, mengerti dahulu sebelum dimengerti, terkadang memang susah untuk dimengerti..
A R C H I V E S
wasting my life away
Oktober 2009
November 2009
Maret 2010
Juni 2010
Oktober 2010
November 2010
Desember 2010
Januari 2011
Maret 2011
April 2011
Mei 2011
Maret 2012
April 2012
Oktober 2012
November 2012
Desember 2012
April 2013
Mei 2013